Di Jepang, sepeda adalah alat transportasi yang sangat umum digunakan, terutama di kota-kota besar seperti Tokyo. Jepang menempati posisi ketiga sebagai negara dengan jumlah sepeda terbanyak di dunia.
Mobil tidak sepopuler seperti di Brasil, karena dimungkinkan untuk bepergian ke seluruh negeri dengan kereta dan metro. Jadi, kebanyakan orang Jepang menggunakan sepeda untuk pergi ke tempat kerja, pasar, mal, penitipan anak, sekolah, dokter, dan perjalanan jarak pendek lainnya. Bersepeda seringkali jauh lebih cepat dan nyaman daripada naik kereta atau mengemudi mobil.
Berbeda dengan mobil, tempat parkir sepeda lebih mudah ditemukan dan terkadang gratis. Karena di Jepang ada keamanan dan pendidikan, sepeda bisa diparkir tanpa khawatir. Bersepeda bisa jauh lebih praktis daripada menghadapi antrean dan kemacetan di kota-kota besar.
Meskipun teknologi, kebanyakan sepeda di Jepang sederhana, beberapa biasanya memiliki keranjang di depan, dan ini tidak berarti sepeda itu feminin. Harga sepeda biasanya antara 10 hingga 30 ribu yen, tetapi mungkin bisa ditemukan lebih murah di toko barang bekas. Sepeda yang memiliki keranjang ini dikenal sebagai Mama Chari.
Peraturan Lalu Lintas
Orang Jepang mematuhi peraturan lalu lintas dan biasanya menghormati pejalan kaki dan pesepeda. Tetapi pesepeda juga memiliki berbagai aturan yang harus diikuti. Melanggar beberapa peraturan di bawah ini dapat mengakibatkan denda bahkan penjara.
Dimungkinkan untuk mendaftarkan sepeda Anda di kantor polisi, sepeda Anda akan mendapatkan nomor pendaftaran anti-pencurian “Jitensha Bouhan Toroku”, jika seseorang mencuri sepeda Anda, akan lebih mudah menemukannya.
Di Jepang, pesepeda bersepeda di trotoar hanya jika ada rambu dan jalur khusus pesepeda. Jika tidak, mereka harus bersepeda di jalan, bersama dengan mobil, dan selalu di sebelah kiri.

Dilarang membawa penumpang (selain anak-anak) di sepeda Anda. Anda bisa didenda 20.000 円 (sekitar 600 real).
Anak-anak di bawah 13 tahun diwajibkan memakai helm, dan anak di bawah 6 tahun harus duduk di kursi anak.
Menggunakan payung, mendengarkan musik, atau memainkan ponsel saat bersepeda dapat mengakibatkan denda hingga 50.000 円 (1600 real).
Tidak boleh menyeberang zebra penyeberangan dengan menunggangi sepeda. Dan ingat untuk selalu menyalakan lampu di malam hari.
Dilarang bersepeda dalam keadaan mabuk. Ini bisa mengakibatkan denda 1 juta yen dan hingga 5 tahun penjara.
Jaga baik-baik keselamatan Anda dan sepeda Anda. Membiarkan sepeda tergeletak di sembarang tempat juga bisa mengakibatkan denda. Dengan mengikuti peraturan dan rambu lalu lintas ini, Anda akan terhindar dari masalah.
Karena Jepang adalah negara yang sangat aman, polisi menghabiskan banyak waktunya untuk mendenda pesepeda yang melanggar hukum. Jadi, pikirkan baik-baik sebelum melakukan kesalahan. Orang biasanya lebih takut pada polisi saat berada di atas sepeda. Mungkin terlihat bahwa orang Jepang adalah orang suci, tetapi mereka cukup sering melanggar aturan untuk pesepeda.

Perhatian
Meskipun Jepang adalah negara yang aman, terjadi beberapa pencurian sepeda. Beberapa orang terkadang mengambil sepeda orang lain untuk pergi ke tempat tertentu. Sebagian besar waktu mereka mengembalikan sepeda ke tempat asalnya. Tetapi beberapa biasanya mencuri, atau membiarkannya tergeletak di sembarang tempat ketika tidak membutuhkannya lagi.

Video
Ada banyak hal untuk dibicarakan tentang sepeda di Jepang, tetapi hari ini kita berhenti di sini. Untuk menutup, mari kita tonton beberapa video menarik tentang sepeda di Jepang.
Video di bawah ini menunjukkan sedikit tentang Jepang dan sepeda-sepedanya.
Lihat tempat parkir sepeda modern di Jepang:
Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar